BAGAIMANA PROSES PERCERAIAN BAGI SEORANG ISTRI

  • Home
  • BAGAIMANA PROSES PERCERAIAN BAGI SEORANG ISTRI
Image

BAGAIMANA PROSES PERCERAIAN BAGI SEORANG ISTRI

  • 23 September 2018 18:59
  • Admin
BAGAIMANA PROSES PERCERAIAN BAGI SEORANG ISTRI   APA ITU PERCERAIAN? Perceraian merupakan kata yang terdiri dari kata cerai yang mempunyai arti pisah, mendapatkan imbuhan per-an sehingga secara bahasa berarti putusnya hubungan suami isteri, Jika menurut Hukum Perceraian adalah putusnya ikatan perkawinan  yang sah antara suami dan istri di muka peradilan sesuai dengan syarat yang telah di tentukan oleh undang-undang,  dan sesuai dengan peraturan pemerintah  (PP) no 9 tahun 1975 tentang pelakasanaan undang-undang no 1 tahun 1974 tentang perkawinan, memberikan batasan-batasan alasan perceraian yang di perbolehkan serta dapat diterima pengadilan. Perceraian Berdasarkan Pasal 38 UUP, perkawinan dapat putus karena kematian, perceraian, dan atas keputusan pengadilan. Selain itu, Pasal 39 ayat (1) UUP mengatakan bahwa perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang pengadilan setelah pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan. JENIS PERCERAIAN ADA 2 (DUA) Jika dilihat dari Para Pihak perceraian, maka perceraian itu ada dua macam yaitu (a) cerai talak oleh suami kepada istri dan (b) gugat cerai oleh istri kepada suami. A. GUGAT CERAI OLEH SUAMI Yaitu perceraian yang dilakukan oleh suami kepada istri. Ini adalah perceraian/talak yang paling umum. Status perceraian tipe ini terjadi tanpa harus menunggu keputusan pengadilan. Begitu suami mengatakan kata-kata talak pada istrinya, maka talak itu sudah jatuh dan terjadi. Keputusan Pengadilan Agama hanyalah formalitas. B. GUGAT CERAI OLEH ISTRI Yaitu perceraian yang dilakukan oleh istri kepada suami. Cerai model ini dilakukan dengan cara mengajukan permintaan perceraian kepada Pengadilan Agama. Dan perceraian tidak dapat terjadi sebelum Pengadilan Agama memutuskan secara resmi. BAGAIMANA JIKA ISTRI MENGGUGAT CERAI SUAMI? Dalam artikel ini kami akan menjelaskan dasar-dasar jika istri menggugat cerai suami, Jika anda (istri) berpikir bahwa rumah tangga sudah tidak harmonis dan sudah tidak bisa dipertahankan lagi, lalu anda memutuskan untuk mengajukan gugatan perceraian, tindakan anda sebagai istri yang ingin menggugat cerai suaminya ialah dengan cara mengajukan gugatan perceraian. Sesuai dengan pp no 9 tahun 1975 tentang pelaksanaan UU no  1 tahun 1974 tentang perkawinan, teruntuk anda yang menganut agama islam anda dapat mengajukan gugatan ini di pengadilan agama. DOKUMEN APA SAJA YANG DI BUTUHKAN UNTUK MENGGUGAT CERAI?
  1. Surat nikah asli
  2. Foto copy surat nikah 2(dua) lembar
  3. Foto copy akte kelahiran anak-anak (jika mempunyai anak)
  4. Foto copy KTP
  5. Foto copy kartu keluarga
KEMANA ANDA HARUS MENGAJUKAN GUGATAN CERAI? Setelah semua dokumen sudah lengkap, anda harus mengetahui kemana anda akan mengajukannya. Gugatan haruslah diajukan ditempat kediaman tergugat. Jadi misalkan pada saat mengajukan gugatn cerai pihak istri berada di kota yogyakarta, sedangkan pihak suami berada di kabupaten sleman, maka ajukan gugatan kepengadilan agama kota yogyakarta untuk beragama islam, dan pengadilan negeri yogyakarta untuk non muslim. ALASAN PERCERAIAN APA SAJA YANG DAPAT DITERIMA DI PENGADILAN? Ketika anda sampai di pengadilan tempat anda berada maka hal yang perlu anda siapkan adalah membuat surat gugatan, jika anda kesulitan membuat surat gugatan atau tidak ada waktu untuk menghadiri sidang maka anda bisa menggunakan jasa pengacara KANTOR HUKUM DVA & PARTNERS, dan tentunya ini aka memudahkan anda ketika berpekara di pengadilan agama. Setelah itu, ketika anda membuat surat gugatan, maka persiapkan alasan mengapa anda ingin mengajukan gugatan terhadap suami anda. Berikut alasan-alasan yang dapat di terima oleh pengadilan ketika anda akan mengajukan gugatan:
  1. Suami anda terbukti sudah melakukan seperti : zina, mabuk-mabukan, berjudi dan lainnya;
  2. Suami anda telah meninggalkan anda selama dua tahun berturut-turut tanpa ada keterangan atau argumen yang jelas;
  3. Setelah menikah suami anda dikenakan sanksi penjara selama 5 tahun;
  4. Suami anda melakukan kekeran secara fisik maupun non fisik;
  5. Suami anda tidak bisa menunaikan kewajiban dikarenakan cacat fisik;
  6. Terjadi percekcokan secara terus menerus tanpa menemui jalan keluar;
  7. Suami anda sengaja melanggar shigat thalik talak sesuai yang diucapkan saat ijab kabul;
  8. Suami anda bepindah agama atau murtad menyebabkan rumah tangga tidak harmonis (pasal 116 kompilasi hukum islam jo pasal 19 pp no 9 tahun 1975)
MASA TUNGGU IDDAH Apabila sudah bercerai, bagi istri ada MASA IDDAH / MASA TUNGGU Iddah adalah masa tunggu bagi istri yang dicerai talak oleh suami atau karena gugat cerai oleh istri. Dalam masa iddah, seorang perempuan yang dicerai tidak boleh menikah dengan dengan siapapun sampai masa iddahnya habis atau selesai. Bagi istri yang ditalak raj'i (talak satu atau talak dua) maka suami boleh kembali ke istri (rujuk) selama masa iddah tanpa harus ada akad nikah baru. Sedangkan apabila suami ingin rujuk setelah masa iddah habis, maka harus ada akad nikah yang baru.   Demikian artikel ini semoga dapat membantu, jika anda membutuhkan bantuan atau tidak ada waktu untuk menghadiri sidang maka anda bisa menggunakan jasa pengacara KANTOR HUKUM DVA & PARTNERS, dan tentunya ini akan memudahkan untuk menyelesaikan masalah anda.

Punya Masalah Hukum ?

Konsultasikan dengan Kami Lewat Chat Whatsapp


0813-6737-9299
× Klik untuk konsultasi
× Klik untuk konsultasi