BAGAIMAN CARA, PROSEDUR DAN SYARAT MENGAJUKAN GUGATAN CERAI BAGI ISTRI

  • Home
  • BAGAIMAN CARA, PROSEDUR DAN SYARAT MENGAJUKAN GUGATAN CERAI BAGI ISTRI
Image

BAGAIMAN CARA, PROSEDUR DAN SYARAT MENGAJUKAN GUGATAN CERAI BAGI ISTRI

  • 19 Desember 2018 00:36
  • Admin
BAGAIMAN CARA, PROSEDUR DAN SYARAT MENGAJUKAN GUGATAN CERAI BAGI ISTRI Prosedur dan syarat mengajukan gugatan perceraian untuk istri harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan syarat – syarat yang di tentukan oleh undang – undang, sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) no 9 tahun 1975 tentang pelaksanaan Undang – Undang No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan memberikan batasan – batasan alasan cerai yang diperbolehkan serta dapat di terima di pengadilan. Jika di dalam perkawinan anda adalah seorang istri dan berpikir rumah tangga sudah tidak bisa di pertahankan lagi dan benar – benar ingin memutuskan untuk mengajukan gugatan perceraian, hal pertama yang bisa dilakukan ialah dengan cara mendaftarkan gugatan perceraian, tentu bagi yang beraga islam muslim dapat mengajukan gugatan perceraian di pengadilan agama, dan bagi non muslim dapat mengajukan gugatan perceraian di pengadilan Negeri. MENGENAI TATA CARA, SYARAT MENGAJUKAN GUGATAN CERAI KEPADA SUAMI Tata cara, syarat mengajukan gugatan cerai kepada suami haruslah lengkap, dan anda catat agar mendapatkan informasi yang sesuai yang di butuhkan, agar kedepannya gugatan dapat di terima. DIMANA GUGATAN PERCERAIAN DI AJUKAN BAGI ISTRI YANG INGIN MENGAJUKAN GUGATAN Jika anda sebagai istri yang mengajukan gugatan cerai maka anda adalah sebagai penggugat, dan suami anda adalah tergugat:
  1. Untuk mengajukan gugatan cerai silahkan mengunjungi pengadilan agama bagi muslim dan pengadilan negeri bagi non muslim dimana tempat anda menetap;
  2. Bila anda sebagai istri menetap di luar negeri gugatan cerai didaftarkan di pengadilan agama dimana suami anda menetap bagi muslim, bagi non muslim di pengadilan negeri tempat suami menetap;
  3. Bila anda dan suami keduanya berada di luar negeri, pengajuan gugatan perceraian di daftarkan di pengadilan agama di lokasi perkawinan dilangsungkan atau di pengadilan agama jakarta pusat bagi muslim, bagi non muslim di pengadilan negeri tempat di lokasi pernikahan di langsungkan (yang mana tercantum pada pasal 73 UU no 7/89 tentang peradilan agama)
APA SAJA DOKUMEN-DOKUMEN YANG HARUS DI PERSIAPKAN UNTUK MENGAJUKAN GUGATAN CERAI? Sebelum ke pengadilan sebaikanya persiapkan terlebih dahulu dokomen-dokumen sebagai berikut:
  1. Surat nikah asli
  2. Foto copy surat nikah 2 (dua) lembar masing – masing di beri materai, lalu di legalisir
  3. Foto copy akta kelahiran anak (jika mempunyai anak, dan ingin mengajukan gugatan hak asuh anak)
  4. Foto copy kartu tanda penduduk (KTP) terbaru dari penguggata (istri)
ALASAN YANG DAPAT DITERIMA DALAM PENGAJUAN PERCERAIAN Alasan adalah sebagai dasar pengajuan perceraian di pengadilan, simak berikut adalah alasan dalam pengajuan perceraian:
  1. Suami anda terbukti berbuat zina atau menjadi pemabuk, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar di sembuhkan;
  2. Suami anda meninggalkan selama 2 tahun  berturut – turut tanpa izin maupun tanpa alasan yang jelas, sah, atau karena hal lain yang di luar kemampuannya, hal ini berarti suami anda dengan secara sadar dan sengaja meninggalkan anda;
  3. Suami anda mendapatkan hukuman 5 tahun, atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung;
  4. Suami anda melakukan kekejaman dan kerap menganiaya diri anda baik secara fisik maupun non fisik;
  5. Suami anda tidak bisa menunaikan kewajibanya sebagai suami dikarenakan mendapat cacat badan atau cacat fisik atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami;
  6. Terjadi cekcok pertengkaran terus menerus tanpa adanya jalan keluar untuk kembali rukun;
  7. Suami anda secara sengaja dan sah telah melanggar taklik-talak yang diucapkannya sewaktu melangsungkan ijab-kabul;
  8. Suami anda berganti agama alias murtad yang menyebabkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga.
BUKTI DAN SAKSI UNTUK MENGAJUKAN GUGATAN PERCERAIAN Untuk mengajukan gugata perceraian anda adalah sebagai penggugat dan suami anda adalah sebagai tergugat maka untuk melancarkan maka di perlukan bukti dan saksi, bukti dan saksi haruslah berisi kebenaran dari pada alasan yang telah anda ajukan tersebut:
  1. Surat pemeriksaan dokter bila mana alasan anda mengajukan cerai karena anda telah di lakukan kekejaman dan kekeran fisik oleh suami anda, atau surat dokter dari ahli apabila alasan anda mengenai suami anda terkena cacar fisik maupun penyakit yang mengakibatkan tidak sanggup menjalankan kewajibannya sebagai suami;
  2. Copy Putusan pengadilan, jika alasan yang anda gunakan ialah suami terkena hukuman penjara 5 tahun atau lebih (pasal 74 UU no. 7/1989 jo KHI pasal 135)
  3. Pengakuan dari para saksi, yang berasal dari keluarga maupun orang terdekat yang benar-benar tahu persis berlangsungnya pertikaian antar anda dan suami anda ( pasal 76 UU No. 7/1989 jo pasal 134 KHI).
ISI DARI SURAT GUGATAN PENGAJUAN PERCERAIAN
  1. Identitas kedua belah pihak (penggugat dan tergugat) yang berisi nama suami anda dan diri anda sendiri yang lengkap dengan bin-binti, usia, alamat, hal tersebut, termasuk dalam pasal 67 (a) UU no. 7/1989. Identitas para pihak ini pun dilengkapi dengan informasi yang berhubungan dengan agama, profesi serta status kewarganegaraan;
  2. Posita (alasan menggugat) dinamakan pula dengan fundamentum petendi, yang berisi deskripsi berbentuk kronologis (urutan peristiwa) semenjak dimulainya pernikahan anda  dengan suami anda, kejadian hukum yang datang (kelahiran anak). Sampai timbulnya pertengkaran diantara anda dan suami anda yang memaksa munculnya perceraian, dengan alasan yang dimohonkan dan keterangan yang kelak menjadi alasan tuntutan (petitum).
Demikian artikel mengenai bagaimana cara, prosedur dan syarat mengajukan gugatan cerai bagi istri, semoga dapat menyelesaikan dan membantu permasalah yang sedang dialami, jika terdapat kesulitan dapat menghubungi kami, terimakasih.  

Punya Masalah Hukum ?

Konsultasikan dengan Kami Lewat Chat Whatsapp


0813-6737-9299
× Klik untuk konsultasi
× Klik untuk konsultasi