SYARAT SAH MELAKUKAN PERCERAIAN

  • Home
  • SYARAT SAH MELAKUKAN PERCERAIAN
Image

SYARAT SAH MELAKUKAN PERCERAIAN

  • 19 Desember 2018 00:41
  • Admin
SYARAT SAH MELAKUKAN PERCERAIAN Dalam perkawinan ada yang di kenal dengan perceraian, tentu saja hal ini tidak ada yang mengiginkan terjadi didalam perkawinan seseorang, tetapi apabila sudah tidak bisa bersatu dan tidak dapat disatukan kembali, maka perceraian adalah jalan terakhir yang dapat ditempuh. Kami menyarankan jika tidak memiliki waktu untuk persidangang lebih baik menggunakan jasa Advokat selaian lebih efisien dan Advokat dapat mendampingi para pihak yang beracara, seorang advokat juga dapat menjembatani dialog antara pihak yang akan bercerai terkait dengan kesepakatan, seperti pembagian harta gono gini, tunjangan hidup, hak asuh anak, dan hal lainya. Yang menjadi dasar huku perceraian adalah  UU no 1 tahun 1974 tentang perkawinan, dan peraturan pemerintah nomor 9 tahun 1975, berdasarkan uu tersebut dimungkinkan salah satu pihak, yaitu suami atau istri melakukan gugatan perceraian. Untuk pasangan muslim dapat bercerai didahului oleh permohonan talak oleh suami atau gugatan istri  yang di daftarkan pada pengadilan agama, lain halnya dengan pasangan non muslim dapat bercerai dengan mengajukan gugatan cerai baik suami ataupun isteri, melalui pengadilan negeri. SYARAT SAH MELAKUKAN PERCERAIAN MENURUT HUKUM YANG ADA DI INDONESIA Perceraian adalah salah satu sebab putusnya ikatan perkawinan yang di atur oleh undang-undang yaitu UU perkawinan nomor 1 tahun 1974, pasal 39 UU perkawinan menyebutkan :
  1. Perceraian hanya dapat dilakukan didepan sidang pengadilan setelah pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak;
  2. Untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan, bahwa antara suami maupun isteri tidak akan dapat hidup rukun sebagai suami isteri;
  3. Tatacara perceraian didepan sidang pengadilan diatur dalam perundangan tersendiri
Pada bab V peraturan pemerintah nomor 9 tahun 1975 di atur tentang  tata cara perceraian, alasan perceraian sebagaimana di sebutkan dalam pp nomor 9 tahun 1975 sebagai berikut;
  1. Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabuk, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar di sembuhkan;
  2. Salah satu pihak meninggalkan selama 2 tahun  berturut – turut tanpa izin pihak lain, dan tanpa alasan yang sah, atau karena hal lain yang di luar kemampuannya ;
  3. Salah satu pihak mendapatkan hukuman 5 tahun, atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung;
  4. Salah satu pihak melakukan kekejaman dan membahayakan pihak lain;
  5. Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri;
  6. Antara suami/isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga;
Baik bagi pasangan muslim wajib hukumnya melakukan perceraian di depan pengadilan hukum agama, sedangkan bagi  non- muslim hukumnya wajib melakukan perceraian di depan pengadilan Negeri. Adapun syarat yang di perlukan untuk mengajukan cerai adalah:
  1. Surat nikah asli;
  2. Foto copy surat nikah 2 (dua) lembar, masing  - masing dibubuhi materai, kemudian di legalisir;
  3. Foto copy kartu tanda penduduk (KTP) terbaru penggugat;
  4. Foto copy kartu keluarga
  5. Surat gugatan cerai sebanyak 7 (tuju) rangkap;
  6. Panjar biaya perkara.
Adapun syarat khusus yang di perlukan sebagai berikut:
  1. Surat izin bercerai dari atasan bagi pegawai negeri sipil (PNS);
  2. Duplikat akta nikah, jika buku nikah hilang atau rusak (dapat diminta di KUA;
  3. Foto copy akta kelahiran anak, jika di sertai dengan gugatan hak asuh anak;
  4. Jika tidak bisa beracara karena sakit parah atau berada di luar negeri selama persidangan, dapat menggunakan jasa advokat atau surat kuasa isedentil.
Demikian artiker tentang syart melakukan perceraian, semoga dapat membantu anda dalam menyelesaikan permasalahan, jika terdapat kesulitan dapat menghubungi kami, terimakasih.  

Punya Masalah Hukum ?

Konsultasikan dengan Kami Lewat Chat Whatsapp


0813-6737-9299
× Klik untuk konsultasi
× Klik untuk konsultasi